PERTANYAAN SEPUTAR QURBAN
Sabtu, 10-08-2019 Tausiyah alirusdi Dibaca : 39 Kali | Kembali

HIRUK PIKUK MASALAH QURBAN
Oleh; Dr. Abdul Gaffar Bedong, M.Th.I
Saat pengajian, saya mendapatkan beberapa pertanyaan yang mungkin penting untuk dibagikan jawabannya.
1. Bagaimana hukumnya berkurban satu kambing untuk seluruh keluarga???
Berqurban sejatinya adalah perintah individual, sehingga yang paling sempurna bagi orang yang mampu adalah masing-masing orang berqurban untuk dirinya saja. Namun menurut mazhab al-Syafi’y, jika orang tersebut belum berkeluarga hukumnya sunnah ain (sunnah individu) berqurban sekali seumur hidupnya, namun jika sudah berkeluarga maka hukumnya sunnah kifayah (sunnah kolektif) satu orang dari keluarga tersebut yang berqurban.
2. Apakah ada batasan umur hewan qurban??? Terkait dengan usia hewan yang disembelih, ulama bersepakat bahwa terdapat ketentuan usia hewan yang disembelih karena Rasulullah bersadbda:
لَا تَذْبَحُوْا إِلاَّ مُسِنَّةً إِلاَّ أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوْا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ (رواه مسلم)
Artinya: Janganlah kamu sembelih hewan untuk berkurban, melainkan hewan yang telah dewasa (musinnah). Jika itu sulit kamu peroleh, sembelihlah jadz'ah (hewan yang berusia satu tahun).
Kata “musinnah” dalam hadis tersebut yang dimaksud adalah hewan yang sudah dewasa (biasanya ditandai dengan giginya yang sudah sempurna atau sudah punya adik). Berdasarkan hadis ini 4 mazhab menetapkan usia minimal hewan yang diqurbankan sebagai berikut:
Mazhab Hanafy: untuk kambing harus berusia minimal satu tahun atau lebih (masuk tahun kedua), sedangkan sapi harus berusia dua tahun (masuk tahun ketiga).
Mazhab Hambaly: untuk kambing harus berusia satu tahun sempurna (tidak boleh kurang dari 12 bulan) sedangkan sapi harus berusia dua tahun sempurna.
Mazhab Maliky: untuk kambing harus berusia lebih dari satu tahun (walaupun lebihnya hanya sebulan), sedangkan sapi harus berusia tiga tahun (masuk tahun keempat)
Mazhab Syafi’y: untuk kambing dan sapi harus sama-sama berusia dua tahun sempurna.
3. Apakah boleh berqurban satu ekor hewan tapi untuk satu komunitas??? Perlu dipisahkan terkait dengan berserikat/borongan dalam berkurban, sebab berserikat dalam qurban ada dua macam, yaitu:
Pertama; Berserikat dalam masalah pahala. Maksudnya adalah setiap satu keluarga ada satu orang yang sudah balig yang berkurban tetapi pahalanya diniatkan untuk semua keluarganya maka hukumnya boleh sebagaimana Nabi saw. menghadiahkan pahalanya untuk dirinya, keluarganya dan umatnya sebagaimana dalam hadis.
أَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ محمد وَآلِ محمد وَمِنْ أُمَّةِ محمد.
Artinya: Ya Allah, terima dari Muhammad, keluarga Muhammad dan Umat Muhammad.
Kedua; Berserikat dalam hal kepemilikan, yaitu dua orang atau lebih berserikat dalam satu kambing misalnya maka hukumnya tidak sah menjadi hewan qurban, kecuali sapi untuk tujuh orang itu hukumnya boleh sebab Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: حَجَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحَرْنَا الْبَعِيرَ عَنْ سَبْعَةٍ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ.
Artinya: dari Jabir bin Abdullah ia berkata; Kami naik haji bersama Rasulullah saw., lalu kami menyembelih seekor unta dari tujuh orang yang bersekutu dan seekor sapi juga hasil dari tujuh orang yang bersekutu.
Dengan demikian, kedua dalil tersebut tidak saling bertentangan karena dalil pertama berbicara tentang berserikat dalam masalah pahala sedangkan dalil yang kedua berserikat dalam masalah kepemilikan. Oleh sebab itu, dalil pertama tidak tepat dipakai untuk berkurban atas nama komunitas dengan cara iuran semisal sekian puluh orang untuk satu sapi (apalagi kambing) karena dibatasi oleh dalil kedua. Kalaupun ada yang melakukan demikian, maka hewan yang disembelihnya tidak menjadi hewan qurban tetapi murni sedekah. Adapun iuran qurban yang dilakukan oleh siswa sekolah atau yayasan maka bisa dianggap positif dalam rangka membiasakan anak bersedekah...
Untuk lebih jelasnya silahkan baca kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh karya Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaily.

Komentar | 0 | Kembali

Form Komentar Batal