Profil Pondok Pesantren al-Risalah Batetangnga Polman Sulbar
Selasa, 29-05-2018 Berita alirusdi Dibaca : 442 Kali | Kembali

Pondok Pesantren al-Risalah didirikan pada tanggal Rabu 19 Agustus 2015 di

bawah naungan  Yayasan Harisah al-Gifary. Pondok Pesantren al-Risalah Batetangnga didirikan oleh H. Bedong, H. Muhdin Bedong, M.Pd., Dr. Abdul Gaffar Bedong, M.Th.I. dengan pengasuh Kiyai Mudir, S.Pd.I. dan ketua yayasan Dr. Muhammad Ali Rusdi Bedong, S.Th.I., M.H.I.  Pada awal dibukanya santri Pon-Pes al-Risalah hanya

berjumlah 3 orang. Seiring waktu dan tersebarnya informasi, santri saat ini pertanggal

21 Februari 2016 sudah berjumlah 45 orang, pada penerimaan tahun ajaran 2016 meningkat pesant menjadi 215 santri. Penamaan Pon-Pes ini dengan nama al-

Risalah paling tidak merujuk pada 3 pilosofi. Pertama al-Risalah memiliki makna ajaran

yang dibawa oleh para rasul dan nabi. Pilosofinya adalah santri dan alumni diharapkan

menjadi warasah al-anbiya’/pewaris para nabi. Kedua al-risalah dimaknai sebagai

delegasi dengan harapan santri dan alumni diharapkan menjadi delegasi yang

membawa pencerahan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, khususnya bidang

agama. Ketiga al-Risalah sebagai nama dari sebuah kitab karya Imam al-Syafi’iy berisi

tentang kaidah fikih dan ushul fikih yang mencerminkan pemikirannya yang moderat

dengan harapan santri dan alumni menjadi masyarakat yang berpaham wasathiyyah

atau moderat dengan menggunakan kaidah fikih dan ushul fikih yang mampu

menggabungkan dalil agama dan kearifan lokal.

Visi Misi Pon-Pes al-Risalah adalah mencetak insan yang tafaqquh fi ad-din

dengan berlandaskan pada tiga kecerdasan yaitu spiritual, emosional dan intelektual.

Untuk mencapai tiga kecerdasan tersebut, ponpes al-Risalah menggabungkan

pelajaran agama ditambah dengan pelajaran umum yang diatur dalam wajardiknas

dengan tetap mempertahankan kitab-kitab turats para ulama terdahulu sesuai dengan

mottonya al-muhafazhah ‘ala al-qadim as-shalih wa al-akhdzu ‘ala al-jadid al-ashlah

(menjaga tradisi ulama terdahulu yang bagus dan menggunakan tradisi baru yang lebih

baik).

Targetnya, setiap santri diharapkan mampu:

– Mengamalkan akhlak mulia dan kepekaan sosial

– Membaca kitab kuning dan memahaminya,

– Menggunakan bahasa asing yakni Arab dan Inggris

– Menghafal al-Qur’an

Komentar | 0 | Kembali

Form Komentar Batal